Aplikasi Perjalanan Dinas Berbasis Google Apps Script untuk Membuat SPT dan SPPD - Mengurus perjalanan dinas secara manual sering kali merepotkan — mulai dari membuat Surat Perintah Tugas (SPT), menghitung anggaran SPPD, sampai mencetak kuitansi dengan terbilang yang benar. SIMPDD (Sistem Informasi Perjalanan Dinas) hadir sebagai solusi sederhana namun powerful, memanfaatkan Google Sheets sebagai database dan Google Apps Script sebagai mesin aplikasinya.
Artikel ini akan membahas cara mengatur SIMPDD dari nol, alur kerja penggunaannya sehari-hari, hingga contoh kasus nyata.
Kenapa Harus Google Sheets?
Dengan memanfaatkan Google Sheets sebagai basis data, SIMPDD punya beberapa keunggulan:
- Gratis — tidak perlu hosting atau server berbayar.
- Familiar — hampir semua orang sudah terbiasa dengan Google Sheets.
- Transparan — data bisa dicek langsung dari spreadsheet kapan saja.
- Mudah dibagikan — cukup bagikan akses spreadsheet ke tim admin.
Tahap 1: Instalasi & Konfigurasi Awal
Sebelum bisa digunakan, ada beberapa langkah wajib agar tombol "Simpan" pada aplikasi bisa berfungsi dengan baik. Masalah paling umum biasanya karena database belum siap atau izin akses Google belum diberikan.
1. Siapkan Spreadsheet
Buat Google Spreadsheet baru, lalu tambahkan 4 sheet dengan nama persis seperti berikut (perhatikan huruf besar-kecil):
PegawaiSPTSPPDPengaturan
Biarkan semuanya kosong — sistem akan mengisi data secara otomatis.
2. Hubungkan Apps Script
Buka Ekstensi > Apps Script dari dalam spreadsheet (bukan dari Drive langsung, agar keduanya saling terhubung).
- Tempelkan kode backend GAS ke file
Kode.gs. - Tambahkan file HTML baru bernama
index, lalu isi dengan kode darisimpd_app.html. - Simpan seluruh perubahan.
3. Deploy & Beri Izin Akses
- Klik Deploy > Penerapan Baru > Aplikasi Web.
- Atur "Jalankan sebagai" ke akun Anda, dan "Siapa yang memiliki akses" ke Siapa saja.
- Klik Deploy, lalu berikan otorisasi ke akun Google Anda (jika muncul peringatan keamanan, klik Advanced > Go to (unsafe) > Allow).
- Salin URL aplikasi web yang muncul — inilah link SIMPDD Anda yang siap digunakan.
💡 Tips: Simpan URL ini di tempat aman, karena inilah pintu masuk utama ke aplikasi.
Tahap 2: Alur Kerja Harian
Setelah instalasi selesai, penggunaan SIMPDD mengikuti alur sederhana berikut:
Atur Kop & Pejabat → Input Data Pegawai → Buat SPT → Cetak Dokumen
1️⃣ Atur Identitas Dinas
Masuk ke menu Pengaturan & Kop, isi data instansi (nama dinas, alamat, kontak) dan data pejabat penandatangan surat. Lengkapi juga daftar dasar hukum yang biasa dipakai.
2️⃣ Input Data Pegawai
Di menu Data Pegawai, tambahkan staf yang akan ditugaskan: NIP, nama lengkap, jabatan, pangkat, golongan, dan unit kerja.
3️⃣ Terbitkan SPT
Buat Surat Perintah Tugas baru: nomor surat, maksud tugas, tujuan, serta tanggal berangkat-kembali. Lama perjalanan dihitung otomatis oleh sistem.
4️⃣ Rancang Anggaran (SPPD)
Klik Set SPPD pada SPT yang sudah dibuat, lalu isi transportasi dan rincian biaya (uang harian, transport, hotel, dan biaya lain). Total anggaran dihitung otomatis.
5️⃣ Cetak Dokumen
Semua dokumen — SPT, SPPD, dan kuitansi rincian biaya — bisa langsung dicetak dalam format A4 siap tanda tangan, lengkap dengan kop surat dan terbilang otomatis.
Studi Kasus: Simulasi Penugasan
Agar lebih jelas, berikut simulasi penggunaan SIMPDD untuk seorang pegawai bernama Iman Lukman Nul Hakim, yang ditugaskan menghadiri rapat koordinasi di Jakarta Selatan selama 3 hari.
Data Pegawai:
| Field | Nilai |
|---|---|
| NIP | 1918282929 |
| Nama | Iman Lukman Nul Hakim, S.Kep. |
| Jabatan | Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan |
| Pangkat / Golongan | Penata / III/c |
Rincian Perjalanan:
| Field | Nilai |
|---|---|
| Tujuan | Jakarta Selatan |
| Tanggal | 10–12 Juli 2026 (3 hari) |
| Transportasi | Mobil Dinas |
Perhitungan Anggaran Otomatis:
Uang Harian : 3 hari × Rp 350.000 = Rp 1.050.000
Transport PP : Rp 400.000
Hotel : Rp 500.000
Lain-lain : Rp 100.000
──────────────────────────────────────────────────
Total Anggaran: Rp 2.050.000
Sistem secara otomatis menuliskan angka ini dalam kalimat terbilang pada kuitansi: "Dua Juta Lima Puluh Ribu Rupiah."
Setelah itu, dokumen SPT, lembar SPPD, dan kuitansi rincian biaya tinggal dicetak — lengkap dengan kop dinas dan kolom tanda tangan pejabat berwenang.

ConversionConversion EmoticonEmoticon